Cara Budidaya Belut media Lumpur untuk Pemula
Belut merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang cukup banyak di gemari. Belut memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Terlepas dari manfaat dan kandungan nutrisi belut, ikan yang satu ini juga memiliki citarasa yang gurih.
Cara Budidaya Belut
Meskipun Keberadaan Belut masih banyak di habitat aslinya, Tidak ada salahnya kamu mencoba budidaya ikan ini karena harga belut saat ini tergolong ikan yang mahal.
Nah, berikut cara budidaya belut media lumpur yang kami dirangkum dari berbagai sumber.
1. Persiapan Kolam budidaya belut
Budidaya belut bisa dilakukan dalam kolam semi permanen maupun permanen. Kolam permanen yang sering dipakai antara lain kolam tanah dan kolam tembok. Sedangkan kolam semi permanen yaitu kolam terpal, tong, drum dan jaring.kaki sarankan Kolam tembok relatif lebih kuat, umur ekonomisnya juga bisa bertahan hingga 6tahun.
Luas kolam tembok bisa menggunakan berbagai ukuran, disesuaikan dengan kebutuhan dan luas lahan. Ketinggian kolam berkisar 1-1,25 meter.
2. Media tumbuh untuk budidaya belut
Berbeda dengan jenis ikan lainnya, belut bisa hidup dalam lumpur dengan sedikit air. Di alam bebas belut sering kita dijumpai dalam perairan berlumpur seperti sawah, parit, dan rawa. Lumpur merupakan tempat perlindungan bagi belut. Dalam kolam budidaya pun, belut membutuhkan media tumbuh berupa lumpur.
Beberapa material yang bisa dijadikan bahan membuat media tumbuh belut yaitu antara lain, lumpur sawah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, jerami padi, pelepah pisang, dedak, tanaman air, dan mikroba dekomposer.
Komposisi Bahan organik dalam media tumbuh budidaya belut tidak ada patokannya. Sangat tergantung dengan kebiasaan dan pengalaman. Pembudidaya bisa meramu sendiri media tumbuh dari bahan-bahan yang mudah didapatkan.
Berikut ini Langkah-langkah membuat media tumbuh untuk budidaya belut:
- Jika kolam masih baru sebaiknya dikeringkan terlebih dulu selama beberapa minggu kemudian bersihkan dan keringkan kolam.
- Kemudian letakkan jerami padi (bagian batang bawah) yang telah cacah pada dasar kolam setebal kurang lebih 20 cm.
- Letakkan gedebok pisang yang telah dirajang setebal 6 cm, di atas lapisan jerami.
- Tambahkan campuran pupuk kandang (Ayam, kambing, sapi), setebal 20-25 cm, di atas gedebok pisang. Pupuk organik berguna untuk memicu pertumbuhan biota yang bisa menjadi penyedia makanan alami bagi belut.
- Siram pada setiap lapisan media tumbuh tersebut dengan cairan bio aktivator atau mikroba dekomposer, misalnya menggunakan EM4.
- Timbun dengan lumpur sawah setebal 10-15 cm. Biarkan media tumbuh selama 4-5 minggu agar terfermentasi sempurna.
- Alirkan air bersih selama 3-4 hari pada media tumbuh yang telah terfermentasi tersebut untuk membersihkan amoniak dan racun.
- Langkah terakhir, masukan air bersih pada media dengan kedalaman air 5 cm dari permukaan. Pada kolam tersebut bisa diberikan tanaman air seperti eceng gondok, gejer, dan lainnya. Jangan terlalu padat.
- Dari proses di atas didapatkan lapisan media tumbuh belut setinggi kurang lebih 60 cm.
- Setelah melakukan langkah diatas, bibit belut siap untuk ditebar.
3. pemilihan Bibit belut
Bibit untuk budidaya belut bisa diperoleh dari hasil tangkapan atau hasil budidaya. Keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Bibit belut hasil tangkapan memiliki beberapa kelemahan, seperti ukuran yang tidak seragam dan adanya kemungkinan stress karena metode penangkapan yang gunakan.
di sarankan untuk menggunakan bibit belut hasil budidaya karena memiliki kelebihan seperti ukuran bibit lebih seragam, dan tersedia dalam jumlah banyak.
Bibit belut yang baik untuk di budidaya hendaknya memiliki ciri berikut:
- Ukurannya seragam. Pemilihan bibit belut dengan ukuran seragam dilakuy agar untuk memudahkan pemeliharaan dan menekan risiko kanibalisme.
- Gerakannya aktif dan lincah.
- Tidak cacat atau luka secara fisik.
- Bebas dari penyakit.
Budidaya belut untuk pembesaran biasanya menggunakan bibit belut berukuran panjang 10-12 cm. dan bisa di panen pada 5-6 bulan.
4. Penebaran bibit belut
Belut merupakan hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan tinggi. Kepadatan tebar untuk bibit belut berkisar 50-100 ekor/m2.
Lakukan penebaran bibit pada sore atau hari, agar belut tidak stres. Sebelum tebar Bibit belut sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Proses karantina dilakukan dengan meletakkan bibit dalam air bersih yang mengalir dan daun pepaya diatas permukaan air. Berikan pakan berupa kocokan telur selama dalam proses karantina.
5. Pemberian pakan
Belut merupakan hewan yang rakus. Keterlambatan dalam memberikan pakan bisa berakibat fatal. Terutama pada belut yang baru ditebar.
Takaran pakan harus disesuaikan dengan berat populasi belut. Secara umum belut membutuhkan jumlah pakan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya setiap hari.
Berikut kebutuhan pakan harian untuk bobot populasi belut 20 kg:
- Umur 0-1 bulan: 1 kg
- Umur 1-2 bulan: 2 kg
- Umur 2-3 bulan: 3 kg
- Umur 3-4 bulan: 4 kg
Pakan budidaya belut bisa berupa pakan hidup atau pakan mati. Pakan hidup bagi belut yang masih kecil (larva) antara lain zoo plankton, cacing sutra, kutu air, kecebong, larva ikan, dan larva serangga. Sedangkan belut yang telah dewasa bisa diberi makanan berupa ikan, katak, serangga, maggot, bekicot, belatung, dan keong. Frekuensi pemberian pakan hidup bisa dilakukan 3 hari sekali.
Untuk pakan mati bisa diberikan ikan rucah atau pelet. Pakan mati untuk budidaya belut sebaiknya diberikan setelah direbus terlebih dahulu. Frekuensi pemberian pakan mati bisa 1-2 kali setiap hari.
Karena belut termasuk binatang nokturnal, pemberian pakan akan lebih efektif pada sore / malam hari. pemberian pakan di bagi menjadi dua misal Umur 0-1 bulan di beri pakan pada pahi hari 0,5 kg dan malam hari 0,5 kg.
6. Pemanenan
Panen belut bisa di lakukan setelah di pemelihara pembesaran berkisar 4-6 bulan tergantung permintaan pasar.
Terdapat dua cara memanen budidaya belut, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dilakukan dengan cara memanen semua populasi belut, kemudian belut yang belum besar dipisahkan untuk dipelihara kembali.
Sedangkan pemanenan total biasanya dilakukan oleh pembudidaya belut secara intensif, dimana pemberian pakan dan metode budidaya dilakukan secara teliti. Sehingga belut yang dihasilkan memiliki ukuran seragam.
Selain panen belut konsumsi kamu juga bisa panen bibit belut dari pemeliharaan tersebut, jadi bisa memperoleh keuntungan yang berlipat.


Posting Komentar untuk "Cara Budidaya Belut media Lumpur untuk Pemula"